Elogio Sofa adalah perwujudan kebebasan dalam desain furnitur. Sekilas, sofa ini sudah menggambarkan banyak kemungkinan: bersantai bersama banyak orang dalam konfigurasi sectional, menikmati obrolan intim di sofa dua dudukan, atau menghabiskan waktu sendiri di chaise lounge sambil memandang keluar jendela. Fleksibilitas inilah yang menjadi kekuatan utama Elogio.
Pertama kali dirancang pada tahun 1974 oleh Afra dan Tobia Scarpa sebagai pengembangan dari sofa Erasmo, Elogio menghadirkan pendekatan baru terhadap ruang domestik. Di tengah struktur yang tegas dan arsitektural, desain ini menyisipkan kelembutan, menciptakan suasana hangat dan ramah dalam berbagai konfigurasi ruang.
Nama Elogio, yang berarti “pujian” atau “penghormatan” dalam bahasa Italia, mencerminkan penghargaan terhadap kehidupan sehari-hari dan cara manusia berinteraksi di dalam rumah. Pada tahun 2025, desain ikonik ini dihadirkan kembali oleh Tobia Scarpa bersama GUBI dengan sejumlah penyempurnaan yang berfokus pada kenyamanan, keberlanjutan, dan kemudahan penggunaan, tanpa menghilangkan karakter aslinya.
Seiring berkembangnya gaya hidup modern, kebutuhan akan furnitur yang adaptif menjadi semakin penting. Elogio menjawab kebutuhan tersebut melalui sistem modular yang memberi kebebasan dalam menyusun dan mengubah konfigurasi sesuai aktivitas dan jumlah pengguna. Ruang pun dapat berkembang seiring perubahan kebutuhan penghuninya.
Keunikan utama Elogio terletak pada sistem bantal berukuran besar yang saling terhubung dengan sambungan kain fleksibel. Sistem ini memungkinkan bantal ditata secara horizontal, vertikal, atau diletakkan di atas sandaran tangan, menciptakan berbagai posisi duduk dan bersandar yang dapat disesuaikan dengan kenyamanan masing-masing individu.
Pendekatan ini menjadikan Elogio lebih dari sekadar sofa modular. Ia memberikan pengalaman personal, di mana kenyamanan dapat berubah sesuai suasana, waktu, dan aktivitas. Desainnya tidak membatasi, melainkan mengikuti ritme kehidupan penggunanya.
Dari segi visual, Elogio hadir dalam dua warna alami yang terinspirasi dari alam. Fustagano menampilkan nuansa putih krem dengan kehangatan lembut, sementara Reales menghadirkan hijau zaitun yang tenang dan membumi. Selain pilihan tersebut, tersedia pula opsi warna dan material kustom untuk menyesuaikan karakter ruang secara lebih personal.
Dengan bentuk lengkung yang lembut dan proporsi yang seimbang, Elogio mencerminkan pendekatan desain yang tidak terikat tren. Di tengah perkembangan material dan gaya yang terus berubah, sofa ini tetap relevan karena berangkat dari pemahaman mendalam tentang kebutuhan manusia akan kenyamanan, fleksibilitas, dan kehangatan.
Elogio Sofa bukan hanya furnitur, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari. Sebuah desain yang memahami manusia, memberi ruang untuk bergerak dan beradaptasi, serta tetap terasa relevan dari masa ke masa.
Source : Design Milk
Photo : GUBI
